Phone Contact

Anda butuh bantuan, Hubungi di 0856 5549 3198, atau kirim Email: KTI2Center@gmail.com


Rabu, 19 Januari 2011

Contoh PTK SD kelas III


A.   Latar Belakang
Perkembangan dan perubahan yang terjadi dalam kehidupan bermasyarakat berbangsa dan bernegara di Indonesia tidak terlepas pengaruh perubahan global, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta seni dan budaya. Perubahan secara terus menerus ini menuntut perlunya perbaikan sistem pendidikan nasional, termasuk penyempurnaan kurikulum sehingga dapat mewujudkan masyarakat yang mampu bersaing dan menyesuaikan diri dengan perubahan zaman. Salah satu penyempurnaannya adalah adanya perubahan kurikulum yang saat ini dikenal dengan kurikulum 2004 atau Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) . Dengan berlakunya Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) mulai tahun ajaran 2004/2005 memacu adanya variasi pembelajaran yang menjadi tuntutan dasar dalam proses pembelajaran di sekolah. Metode pembelajaran sebagai bagian penting dalam upaya pencapaian hasil belajar yang optimal. Oleh karena itu, guru diharapkan untuk lebih kreatif dan inovatif dalam menerapkan berbagai metode pembelajaran yang telah ada sehingga dapat menarik minat siswa terhadap pelajaran dengan tujuan untuk meningkatkan hasil belajar yang pada akhirnya diharapkan prestasi belajar siswa meningkat sesuai dengan tujuan pembelajaran sesuai dengan kenyataan di lapangan, meskipun di SDN Sentul 02 Kota Blitar sudah menerapkan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK), namun pada umunya proses belajar mengajar dikelas, guru masih menggunakan metode ceramah yang lebih terpusat pada guru (teacher centered). Hal ini disebabkan karena kurangnya pengetahuan guru mengenai metode pembelajaran maupun strategi dalam mengajar  yang sesuai dengan penerapan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK),  sehingga seringkali proses belajar dan hasil belajar tidak sesuai dengan yang diharapkan. Pola pembelajaran yang bersifat teacher centered memberikan beberapa dampak negatif bagi siswa diantaranya siswa menjadi pasif, siswa menjadi kurang kreatif dan jika mengandalkan penjelasan dari guru saja, maka informasi yang diterima akan sedikit.
Untuk mencapai keberhasilan pembelajaran yang diharapkan upaya atau usaha yang dapat dilakukan oleh guru adalah dengan cara memperhatikan siswa, menguasai materi pelajaran dan memilih metode pembelajaran yang tepat. Salah satu cara untuk meningkatkan aktivitas belajar dan hasil belajar adalah dengan memilih suatu pembelajaran yang tidak membosankan (menoton) dan mengupayakan siswa untuk bekerja dalam suatu kelompok belajar. Salah satu metode pembelajaran yang melibatkan siswa aktif adalah metode kooperatif. Menurut Suherman (2003:260) “ Cooperatif Learning adalah suatu kelompok kecil siswa yang bekerja sebagai sebuah tim untuk menyelesaikan sebuah masalah, menyelesaikan suatu tugas atau mengerjakan sesuatu untuk mencapai tujuan”. Menurut Slavin (1995) “ beberapa macam pembelajaran kooperatif dapat ditempuh dengan model (1) Student Teams Achievement Divisions (STAD); (2) Teams Games Tournament (TGT); (3) Jigsaw; (4) Group Investigasi (GI); Think Pair Share; dan Numberel Head Together “. Masih sangat banyak lagi metode-metode pembelajaran yang dikembangkan di dunia pendidikan, dan pada kali ini peneliti ingin menerapkan metode pembelajaran kumon di SDN Sentul 02 kelas IIIA pada mata pelajaran PAI.
Dan salah satu jurus yang membuat metode kumon efektif adalah metode belajarnya. Di program Kumon, pembelajarannya disesuaikan dengan kemampuan masing-masing anak. Karena sesuai dengan potensinya masing-masing, akan lebih mudah bagi anak mempelajarinya.
Begitu teknik inti sudah dimengerti anak, ia bisa mempraktikkannya sendiri di rumah dengan berlatih soal-soal dan kesulitan-kesulitannya di sekolah. Bila terus dilatih, kemampuannya akan terus terasah. Bahkan metode Kumon ini bisa juga diajarkan pada anak usia prasekolah. Karena belum bisa menulis, biasanya mereka diberi alat bantu berupa papan bilangan magnetik, jigsaw puzzle, kartu bilangan dan sebagainya, hal tersebut mampu membentuk kecenderungan anak yang tentunya kecenderungan itu akan menyesuaikan dengan minat dan bakatnya.
Program Kumon tidak hanya mengajarkan cara berhitung tetapi juga dapat meningkatkan kemampuan siswa untuk lebih fokus dalam mengerjakan sesuatu sehingga mampu meningkatkan kepercayaan diri siswa. Kemampuan tersebut akan terlihat dari kemampuan anak dalam menyelesaikan soal dengan cara mereka sendiri. Peserta program akan diajarkan dasar-dasar soal untuk bisa menyelesaikannya yang lebih sulit.
Dengan diskursus di atas, maka peneliti ingin melakukan penelitian dengan judul ” Penerapan Model Pembelajaran Metode Kumon Untuk Meningkatkan Hasil  Belajar Siswa SDN  Sentul 02 Kota Blitar kelas IIIA pada mata pelajaran PAI Materi Lima Sifat Wajib bagi Allah SWT”.
dst ....

1 komentar:

Ada kesalahan di dalam gadget ini